CYBER WORLD

Login dulu jika anda sudah terdaftar jadi member dan Register dulu jika anda belum terdaftar jadi member
CYBER WORLD

Share The Latest Technology And Report Leading News

Latest topics

» hai gay
Tue Aug 21, 2012 9:45 am by mencret

» Hack E63 Dengan Cara Yg Mudah
Wed Jul 11, 2012 1:55 am by vahrian

» perkenalan
Sat Jul 07, 2012 8:18 am by Admin

» 10 cara mengatasi komputer lambat
Fri Jul 06, 2012 11:44 am by blackcat7

» banned acc
Fri Jul 06, 2012 11:31 am by blackcat7

» Saran Buat Forum
Thu Jul 05, 2012 9:35 pm by Admin

» Perkenalan
Thu Jul 05, 2012 9:33 pm by Admin

» Visual Basic Full Versi
Thu Jul 05, 2012 9:21 am by devil

» XXX video afterschool special
Wed Jul 04, 2012 12:30 pm by joshi

Poll

apakah forum ini menarik?

 
 

Lihat Hasil

November 2017

MonTueWedThuFriSatSun
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   

Calendar Calendar

Affiliates

free forum

Top posters

Admin (79)
 
among (66)
 
joshi (46)
 
devil (32)
 
vahrian (28)
 
diamond0 (9)
 
kakanda (5)
 
nia_caemzz (4)
 
blackcat7 (4)
 
diamond0_ (3)
 

Most active topic starters


    Penderita Migren Berisiko Terkena Stroke

    Share
    avatar
    joshi

    Jumlah posting : 46
    Points : 131
    Reputation : 0
    Join date : 14.11.11

    Penderita Migren Berisiko Terkena Stroke

    Post by joshi on Thu Nov 17, 2011 10:26 am

    Berdasarkan penelitian terbaru, penderita migren dua kali lebih rentan terkena stroke yang disebabkan oleh penggumpalan darah dibandingkan orang tanpa penyakit sakit kepala akut tersebut.

    Analisa yang menggabungkan 21 hasil penelitian terdahulu, memastikan adanya hubungan antara migren dan "ischemic stroke" — jenis stroke yang paling umum & terjadi pada saat ada gumpalan yang menyumbat aliran darah ke otak.

    Dari seluruh penelitian, penderita migren dua kali lebih rentan terkena ischemic stroke dibanding orang yang tidak sakit migren, menurut penemuan yang diterbitkan oleh American Journal of Medicine (http://www.amjmed.com/article/S0002-...129-4/abstract).

    Para ahli tidak yakin hubungan antara kedua penyakit, dan belum diketahui apakah migren tersebut menjadi penyebab utama stroke untuk beberapa penderita.

    Namun, kecenderungan tersebut memiliki kesamaan proses mendasar yang mengkontribusi risiko migren maupun stroke, kata peneliti senior Dr. Saman Nazarian, yang juga asisten profesor Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins di Baltimore.

    Ia mengatakan kepada Reuters bahwa saat ini hal mendasar bagi seorang penderita migren ialah mereka harus sangat waspada untuk mengendalikan segala faktor yang berisiko terkena stroke.

    Beberapa faktor risiko tersebut termasuk tekanan darah tinggi, merokok, dan diabetes.

    "Hal pertama yang saya inginkan kepada semua orang untuk menghindarkan diri adalah hal tersebut. Bila mereka terkena migren, mereka harus memikirkan faktor risiko terkena stroke," kata Nazarian. Dia juga menambahkan, "Mereka seharusnya tidak merokok dan mereka harus memperhatikan tekanan darah mereka dan melakukan perawatan bila memang tinggi."

    Para ahli juga umumnya mengatakan orang-orang dengan migren harus ingat bahwa meski sakit kepala terkait dengan meningkatnya risiko stroke, risiko mutlak untuk terkena stroke pada seseorang masih relatif rendah.

    Sebagai contoh, dalam penelitian terkini yang melibatkan 6.100 penderita migren, hanya dua persen yang dilaporkan memiliki riwayat stroke, dibandingkan 1,2 persen dari 5.243 orang yang tidak menderita migren.

    Penemuan terbaru ini berdasarkan 21 penelitian internasional yang dilakukan antara tahun 1975 dan 2007 dan melibatkan lebih dari 622.000 orang dengan dan tanpa penyakit migren.

    Kebanyakan dari penelitian tersebut ditunjang oleh beberapa faktor yang membantu menjelaskan hubungan antara migren dan risiko stroke, seperti usia lanjut, tekanan darah tinggi, diabetes, kebiasaan merokok dan berat badan.

    Meski demikian, tim peneliti Nazarian menggabungkan 21 hasil temuan tersebut dan menyimpulkan migren berhubungan dengan risiko stroke menjadi dua kali lipat.

    Penyebab persis dari migren belum diketahui sepenuhnya, tetapi penyakit tersebut melibatkan penyempitan pembuluh darah, kemudian pembengkakan pembuluh nadi di otak.

    Satu teori menyebutkan bahwa orang dengan migren bisa terkena disfungsi pada pembuluh nadi di sekujur tubuh, yang menjelaskan kenapa risiko stroke meningkat, dan seperti pada temuan dalam penelitian sebelumnya, juga serangan jantung.

    Belum diketahui apakah mengobati dan mencegah serangan migren akan berpengaruh pada risiko masalah kardiovaskular.

    Pada satu sisi, peneliti telah mencatat, obat-obatan untuk mencegah serangan migren secara teori merendahkan risiko masalah kardiovaskular.

    Di sisi lain, pengobatan tertentu bisa memberi pengaruh yang buruk. Misalnya, beberapa obat analgesik dan anti-inflamasi telah dihubungkan dengan risiko kardiovaskular, sementara obat migren yang dikenal sebagai "ergots" cenderung menyempitkan pembuluh nadi di sekujur tubuh.

      Waktu sekarang Mon Nov 20, 2017 9:51 am